6 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pebisnis Muda Saat Mengelola Keuangan

Usia muda memang banyak orang menganggap itu adalah awal dari sebuah kesuksesan. Usia muda adalah momen yang paling tepat untuk memulai segalanya. Masih muda memang masih memiliki banyak energi dan semangat untuk mulai menghasilkan ide kreatif dan menjadi pribadi yang produktif. Selain bisa mempelajari banyak hal baru dan mencari pengalaman, usia muda adalah waktu yang tepat untuk memulai bisnis.

Meski bisnis yang baru di rintis bisa menjadi sarana yang tepat untuk pengembangan skill dan passion kita, namun merintis bisnis harus di lakukan secara matang terutama dalam hal mengelola keuangan. Biasanya dalam tahapan awalan banyak sekali yang melakukan kesalahan dalam mengelola keuangan. Jadi, meskipun masih muda namun jangan sampai melakukan kesalahan dalam mengelola keuangan. Berikut ini adalah 6 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pebisnis Muda Saat Mengelola Keuangan.

  1. Mengeluarkan Investasi Terlalu Besar
    Hal ini adalah kesalahan utama para pebisnis muda. Banyak sekali entrepreneur muda yang berusaha menunjukkan kesan profesional dengan menyewa ruangan kantor dan perlatan lainnya yang serba mewah sampai menguras seluruh isi tabungan. Memang ini adalah sebuah hak bagi pemilik bisnis, namun akan lebih baik lagi jika tidak perlu banya mengeluarkan investasi yang terlalu besar sehingga kita bisa mengalokasikan dana tersebut untuk mengembangkan produk atau meningkatkan pelayanan yang lebih berkualitas.
  2. Tidak Memberikan Gaji untuk Diri Sendiri
    Karena sering sekali merogoh kocek terlalu dalam sehingga dana tabungan terkuras habis, maka tak heran bila masa-masa awal bisnis terasa sangat sulit untuk mengelola arus kas sehingga pemilik bisnis tidak bisa memberikan gaji untuk diri sendiri. Sebagai bentuk profesionalitas bisnis, bisnis yang kita rintis seharusnya mampu memberikan gaji untuk diri sendiri. Setidaknya gaji standar agar mampu menopang kondisi kehidupan pribadi
  3. Lupa Memperhitungkan hal-hal yang Buruk
    Pebisnis muda memang punya semangat, kreativitas dan harapan yang begitu besar. Harapan yang begitu besar kadang-kadang membuat pebisnis muda malah menjadi lupa merencanakan atau memperhitungkan hal-hal buruk yang bisa terjadi saat menjalankan bisnis. Sebagai pebisnis muda, kita tentu harus memperhitungkan kondisi ini. Tak ada salahnya mulai melakukan perjanjian jual beli yang menguntungkan semua pihak atau menggunakan jasa asuransi untuk melindungi bisnis dari hal-hal buruk yang mungkin saja terjadi.
  4. Menggunakan Kartu Pribadi untuk Keperluan Bisnis
    Apabila seorang pebisnis mengandalkan kartu kredit untuk keperluan bisnis, maka ini adalah sebuah resiko besar untuk kemduian hari. Karena selain harus membayar tagihan kartu kredit yang membengkak, hal tersebut juga dapat mengacaukan arus kas yang didokumentasikan dalam sistem bisnis. Sebaiknya jangan menggunakan kartu kredit pribadi untuk keperluan bisnis.
  5. Mencampurkan Aset Pribadi dalam Bisnis
    Pebisnis muda sering sekali mengalami kendala kurang modal dalam bisnis yang baru mereka mulai. Karena kurang modal jalan keluarnya adalah penggadaian aset pribadi seperti rumah, mobil dan lainnya. Hal ini sebaiknya jangan dilakukan, karena akan merugikan pribadi sendiri. Sebaiknya memilih untuk menggadaikan aset bisnis. Menurut Lynn Mayabb, konsultan keuangan senior di Kansas, saat kreditor menyita aset bisnis kita karena kita tak mampu melunasi cicilan maka kita tak akan terkena dampak penyitaan secara personal. Sehingga kondisi keuangan pribadi kita bisa lebih aman dan aset pribadi tidak terganggu.
  6. Menguras Kas Bisnis
    Kalau yang terakhir ini adalah sebuah kesalahan besar. Sunggu sangat menyenangkan apabila bisnis yang baru dirintis dalam waktu 2 sampai 3 bulan mengalami peningkatan yang begitu pesat. Terkadang hal ini menjadi boomerang bagi pemilik bisnis yang terlanjur senang dalam kondisi seperti ini. Biasanya pebisnis muda memanfaatkan lebihnya kas bisnis untuk keperluan pribadi.Padahal belum tentu peningkatan tersebut akan berlangsung secara konstan di bulan-bulan berikutnya. Tentu akan lebih baik jika kas bisnis dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas produk dan pelayanan sehingga reputasi bisnis yang kita rintis bisa semakin meningkat dan dikenal oleh masyarakat.

Di usia muda, akan lebih baik segala sesuatu harus dimatangkan dahulu sebelum memulai merintis sebuah bisnis. Pikirkan juga rencana untuk kemudian hari agar lebih baik untuk kedepannya. Semoga arikel ini bisa membawakan manfaat bagi pebisnis muda. Terima kasih

 

Banyak berbagi Banyak Rezeki :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: