Belajar Akuntansi bagian 1: Mengenal Dasar Akuntansi

Jika pada sebelumnya saya sudah membahas tentang Peran Penting Akuntansi, maka pada artikel pada kali ini izinkan saya membuat sebuah artikel tentang Belajar Akuntansi. Artikel ini rencananya akan saya bagi menjadi beberapa bagian. Tujuan artikel ini diharapkan bisa bermanfaat bagi Anda yang ingin belajar akuntansi. Nantinya ilmu akuntansi Anda bisa bermanfaat bagi bisnis yang Anda jalankan saat ini.

Sebelum berkenalan dengan Akuntansi, yang perlu Anda ketahui adalah bahwa saya bukan ahli akuntansi. Disini saya hanya berbagi pengalaman saya belajar akuntansi. Sebelumnya saya juga tidak pernah tahu sedikitpun tentang akuntansi. Saya mulai belajar akuntansi saat saya di terima di suatu perusahaan software akuntansi yaitu Bee Accounting. Waktu yang saya tempuh untuk belajar akuntansi adalah sekitar 2 bulan. Namun tidak perlu khawatir, karena setiap orang pemahamannya berbeda-beda. Bisa saja Anda sudah paham akuntansi dalam waktu 1 hari saja :).

Buat Anda yang belum mengenal akuntansi, Anda bisa mengunjungi artikel saya yang sebelumnya yaitu Peran Penting Akuntansi. Disana Anda akan menemukan apa itu arti akuntansi serta fungsi dan perannya. Perlu di ketahui, sebelumnya bahwa Anda harus memiliki persiapan. Sama halnya Anda memulai suatu bisnis, perlu memiliki persiapan.

Pertama:
Cara paling sederhana belajar akuntansi adalah dengan banyaknya contoh dan praktik. Tentu saja banyak orang yang tidak begitu suka dengan banyak membaca. Jadi semisal Anda membeli buku tentang akuntansi namun Anda tidak pernah praktik, maka apakah Anda paham? Saya yakin Anda sangat setuju jika banyak contoh dan praktik akan mudah pahamnya.

Sebagai permulaan, disini kita bisa menggunakan contoh sebuah perusahaan kecil saja. Misal perusahaan kecil dalam bidang jual beli komputer. Tentu saja kita juga harus menentukan nama perusahaannya. Contohnya CV Tekno. Ini hanyalah contoh saja, Anda bisa menggunakan nama lain sebagai contohnya.

Kedua:
Untuk yang kedua, Anda akan saya ajak kemebali ke masa sekolah. Dimana kita sudah di ajarkan sebuah ‘rumus‘. Tentu saja segala sesuatu harus menggunakan rumus. Untungnya untuk dasarnya akuntansi, rumusnya tidak terlalu rumit. Rumusnya adalah:

Aset = Hutang + Modal

Apa itu Aset (Asset)?
Aset adalah kekayaan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Kekayaan tersebut meliputi: surat berharga, gedung, tanah, harta dan lain sebagainya. Segala sesuatu kekayaan yang dimiliki perusahaan adalah aset. Meski kekayaan tersebut dari hutang atau modal, itu tidak masalah.

Apa itu Hutang (Liabilities)?
Hutang adalah sesuatu yang kita pinjam dan suatu hari harus kita kembalikan. Hutang ini adalah sebuah kewajiban. Hutang ini juga penting dalam akuntansi. Jangan sampai hutang menumpuk setiap bulannya.

Apa itu Modal (Equity)?
Modal adalah setoran dari seorang pemilik perusahaan. Meski pemiliknya lebih dari satu, tentu saja namanya masih modal.

Itu adalah pengertian dari rumus di atas. Namun yang perlu di ingat adalah:

  1. Anggap saja “=” (sama-dengan) sebagai pemisah sisi kanan dan sisi kiri. Sisi kiri adalah aset, dan sisi kanan adalah penjumlahan antara hutang dan modal. Total sisi kiri dan sisi kanan harus sama. Kalau dalam istilah akuntansi itu harus “balance
  2. Apabila ada transaksi kita membuat sisi kiri bertambah, maka kita harus memberikan label debet. Sedangkan apabila berkurang maka kita harus memberikan label kredit.
  3. Apabila ada transaksi kita membuat sisi kanan bertambah, maka harus membeli label kredit. Sedangkan bila berkurang maka kita harus memberikan label debet.

Apabila Anda susah mengingat, lebih sederhananya adalah kiri = kanan. Kiri adalah debet dan kanan adalah kredit.

Ketiga:
Oke sekarang sudah masuk yang ketiga. Coba untuk berkhayal sebentar. Bayangkan apabila kita punya 3 amplop. Masing-masing amplop diberi nama Kantong Makan, Kantong Transport dan Kantong Tabungan. Dari masing-masing amplop tersebut terdapat uang 300rb. Jadi totoalnya 900rb.

Suatu ketika, Kantong Makan sudah habis sedangkan posisi kita sedang lapar. Sedangkan di Kantong Tabungan masih utuh 300rb. Karena kita harus makan, maka kita meminjam uang dari Kantong Tabungan sebesar 100rb.

Supaya tidak lupa, maka kita menulis di Kantong Tabungan: di ambil 100rb. Sedangkan Kantong Makan: di tambah 100rb.

Setiap kita memindah uang dari satu kantong ke kantong lainnya, maka kita perlu catat di kedua kantong tersebut. Begitu juga akuntansi. Kita harus mencatat keuangan kita, sesuai kelompok peruntukannya. Dan saat kita hendak memindahkan peruntukan uang dari suatu kelompok ke kelompok yang lain, maka kita perlu mencatat di kedua kelompok tersebut.

Dan kelompok-kelompok peruntukan tersebut dinamakan Account. Biasanya untuk mempermudah dalam mengelola, Account tersebut juga di beri nomor. Berikut ini adalah contoh account dan nomornya.

Sisi kiri (aset), akan memiliki account:

100 – Kas
110 – Piutang
120 – Persediaan barang dagang
130 – Peralatan
140 – Akumulasi penyusutan peralatan
150 – Biaya sewa dibayar dimuka
160 – Tanah
170 – Aset lainnya

Sisi kanan (hutang dan modal), akan memiliki account:

HUTANG
200 – Hutang Usaha
210 – Hutang Bank
220 – Hutang Bunga

MODAL
300 – Modal sendiri
310 – Prive (modal yang ditarik oleh pemilik perusahaan)

Pendapatan
400 – Pendapatan jasa
410 – Pendapatan penjualan

Biaya
500 – Biaya perbaikan
510 – Biaya sewa
520 – Biaya penyusutan peralatan
530 – Biaya bunga

Dari contoh account di atas, ada penambahan yaitu Pendapatan dan Biaya. Dua account tersebut sebenarnya masuk dalam modal. Pendapatan adalah segala sesuatu yang dari peroleh dari bisnis kita. Dan Biaya adalah sesuatu yang kita keluarkan untuk keperluan perusahaan. Jadi pendapatan dan biaya adalah termasuk modal.

Oke untuk bagian 1, pembahasannya sampai disini dahulu. Pembahasan tentang pengenalan akuntansi saya rasa cukup sampai disini. Pembahasan tentang akuntansi bisa di lanjut di Bagian 2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: