Mengenal dan Memahami Perbedaan Reseller dan Dropship

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Perbedaan Reseller dan Dropship

Perbedaan Reseller dan Dropship – Banyak kalangan memiliki pemahaman bahwa reseller dan dropship adalah dua istilah yang memiliki makna atau arti yang sama. Faktanya, kedua istilah tersebut memiliki makna yang berbeda. Jika Anda adalah calon konsumen, penstudi ilmu ekonomi, calon penjual, dan siapapun yang tertarik dengan bisnis online, Anda wajib mengetahui dan memahami mengenai perbedaan reseller dan dropship.

Reseller adalah aktivitas bisnis yang dilakukan oleh sebuah perusahaan atau individu yang menjual kembali sebuah produk setelah membelinya terlebih dahulu dari produsen. Sedangkan dropship adalah aktivitas bisnis yang dilakukan oleh sebuah perusahaan atau individu yang memfasilitasi penjualan dan pembelian produk antara produsen dengan konsumen.

Dengan menggunakan skema yang sederhana, Kami akan berusaha seringkas mungkin membuat Anda memahami istilah reseller dan dropship dalam simulasi berikut. Contoh pertama, Anda adalah seorang konsumen yang hendak membeli ponsel pintar, Anda kemudian membeli ponsel tersebut dari seorang reseller. Reseller tersebut telah membeli ponsel tersebut dari produsen yang kemudian dijual kepada Anda.

Contoh kedua, Anda berusaha membeli ponsel pintar tersebut dengan membeli dari pelaku dropship. Pelaku dropship tersebut memberi tahu kepada produsen bahwa Anda ingin membeli produk ponsel pintar. Produsen tersebut kemudian mengirim ponsel pintar yang Anda inginkan. Selain dropship dan reseller terdapat istilah lain yang sering muncul dalam dunia bisnis online, seperti agen, distributor, dan supplier.

Baca Juga: 5 Tips Sukses Menjadi Reseller Pemula Tanpa Modal

Mempertimbangkan Pilihan Bisnis dari Perbedaan Reseller dan Dropship

Selain pemaparan dariperbedaan reseller dan dropshipdari sudut pandang pemaknaan kedua istilah tersebut, terdapat beberapa perbedaan lain dari reseller dan dropship. Perbedaan tersebut hendaknya menjadi bahan pertimbangan bagi siapa saja yang sedang kebingungan memilih untuk menjadi reseller atau dropshipper. Inilah perbedaan di antara keduanya.

Reseller:

  • Reseller harus memperhatikan jumblah pembelian dan potensi produk
    Para reseller perlu memperhatikan jumlah pembelian barang dengan potensi atau ekpektasi penjualan dari barang tersebut. Para reseller harus menyadari dan mempersiapkan kerugian yang muncul karena barang tidak laku.Di waktu yang bersamaan, para reseller harus mempersiapkan lonjakan peminat dan menyediakan penyimpanan stok yang cukup. Modal yang diperlukan untuk menjadi reseller cukup besar karena tidak hanya membeli barang yang akan akan dijual. Seorang reseller juga harus memperhitungkan modal penyimpanan dan pemasaran.
  • Reseller bersinggungan langsung dengan customer.
    Para reseller akan bersinggungan dan berinteraksi langsung dengan konsumen, maka mereka harus menyiapkan kemampuan komunikasi dan pelayanan yang baik. Bukan tidak mungkin Anda akan menghadapi permasalahan langsung dengan konsumen. Anda perlu memahami produk yang Anda jual dengan baik agar mempermudah dalam permasalahan pelayanan konsumen.
  • Keuntungan dan resiko lebih besar.
    Dibalik kesulitan yang akan Anda alami sebagai reseller, terdapat potensi keuntungan yang lebih besar ketimbang menjadi seorang dropshipper. Dengan menggunakan bahasa yang sederhana, menjadi reseller relatif sulit tetapi untung besar.

Dropship:

  • Tidak perlu memiliki gudang penyimpanan.
    Sekarang jika Anda menjadi seorang dropshipper hal yang harus Anda persiapkan jauh lebih sedikit dan relatif mudah ketika Anda menjadi seorang reseller. Anda tidak membutuhkan gudang penyimpanan namun langsung mengirimkan produk ke pembeli dari produsen atau distributor. Dengan kata lain anda bertindak sebagai penyalur atau penghubung.
  • Modal lebih kecil, begitu pula dengan untung.
    Modal relatif kecil, risiko juga kecil, dan Anda tidak dihadapkan permasalahan dalam menghadapi konsumen. Tampaknya menjadi dropshipper memang lebih mudah ketimbang menjadi reseller.Sementara menjadi dropshipper relatif mudah tetapi untung kecil. Kedua analogi tersebut cukup sebanding. Berdasarkan pemaparan Kami mengenai perbedaan reseller dan dropship, Anda bisa menentukan pilihan bisnis yang akan Anda pilih.
Dari Artikel di atas, sebaiknya mulai dari sekarang Anda harus lebih matang untuk memilih bisnis reseller ataupun dropship. Karena dari kedua bisnis tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Namun yang lebih penting kedua bisnis tersebut sangatlah mudah untuk dijalankan bahkan bagi Anda yang belum pernah terjun ke dunia bisnis.
Banyak berbagi Banyak Rezeki :)
Farhan Anggara

Farhan Anggara

Masalah itu datang karena tuhan menguji kita. Alasan kenapa tuhan memberi kita cobaan yang berat adalah sebab kita mampu menghadapinya~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *