Tips Ampuh Mengatur Cashflow di Bulan Ramadhan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Tips Mengatur cashflow

Tips Mengatur Cashflow – Mengapa harus mengelola cashflow di bulan Ramadhan? Di bulan Ramadhan biasanya penerimaan dan pengeluaran memiliki persentase yang tinggi. Kebanyakan perusahan memanfaatkan momen ini untuk memaksimalkan penjualannya.

Terdapat beberapa perusahaan menerapkan strategi potongan harga, memasang iklan untuk meningkatkan penjualan, atau mengeluarkan biaya untuk kebutuhan THR. Karena ini pengeluaran menjadi besar, dan juga pastinya penerimaan juga akan lebih besar.

Akibatnya banyak pengeluaran kas dalam waktu yang relative bersamaan, control keluar masuk piutang , atau perputaran modal untuk inventory di bulan ramadhan. Sehingga perusahaan harus mengelola keuangan dengan baik dan benar agar kas terjaga dengan baik di bulan Ramadhan ini.

Itulah mengapa, pada artikel kali ini saya akan membahas Tips Mengatur Cashflow di Bulan Ramadhan yang perlu Anda terapkan agar cashflow Anda tetap dalam keadaan yang baik.

1. Mengelola Penerimaan Kas

Untuk melindung kas dari kehilangan atau penyalahgunaan, perusahaan perlu melakukan pengelolaan penerimaan kas yang benar sejak diterima sampai kas disimpan di Bank

Pada umumnya, sumber penerimaan kas ada 2, yaitu:

  • Dari penjualan barang dan jasa
  • Customer yang membayar piutangnya.

Ketika menerima kas dari penjualan tunai, ada baiknya perusahaan harus melindunginya dan mencatat penerimaan dengan baik dan benar. Pastikan nominal yang dibayarkan oleh customer sesuai dengan harga yang sudah ditetapkan. Lakukan pencatatan di setiap masuknya kas.

Saran saya, Anda bisa menggunakan software yang mendukung operasional penjualan perusahaan Anda. Tujuannya agar setiap kas masuk yang diterima dapat di catat dan dikelola dengan baik dan benar.

Setelah kas yang diterima sudah amankan dan dilakukan pencatatan, langkah selanjutnya perusahaan bisa menyimpan kas tersebut di brankas yang aman di bawah tanggung jawab bagian keuangan.

Setelah melakukan pencatatan dari penjualan barang dan jasa, perusahaan harus menyusun laporan keuangan agar mengerti keadaan keuangannya dalam kondisi baik atau tidak. Pisahkan penerimaan dari penjualan dengan penerimaan dari customer.

Baca Juga: Tips dan Keuntungan Bisnis Dropshipping untuk Pemula

2. Pengelolaan Pembayaran Kas

Dalam mengelola cashflow harus memberikan keyakinan yang memadai bahwa pembayaran yang dilakukan hanya untuk transaksi yang telah di toleransi.

Selain itu, dalam mengelola keuangan harus memastikan bahwa kas digunakan secara efisien. Contohnya, bagian pengelolaan harus memastikan bahwa seluruh diskon yang tersedia seperti diskon pembelian telah diambil.

Di perusahaan kecil, pemilik bisnis atau manajer dapat memberi kuasa ata pembayaran berdasarkan pengetahuan pribadi mengenai barang atau jasa yang dibeli.

Akan tetapi di perusahaan besar, tanggung jawab pembelian barang, pemeriksaan terhadap barang yang dibeli merupakan tanggung jawab karyawan yang berbeda-beda. Tanggung jawab ini harus dikoordinasi untuk memastikan bahwa pembayaran yang sebenarnya telah untuk kreditur.

Lebih baiknya lagi jika setiap pembayaran yang dilakukan harus segera dilakukan pencatatan guna meminimalisir terjadinya penyalahgunaan terhadap kas yang dikeluarkan. Setelah melakukan pencatatan maka perusahaan bisa menyusun laporan keuangan yang sedang di alami perusahaan.

Kesimpulan: Melalui pengelolaan yang tepat , bulan ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk mengoptimalkan penerimaan dan pengeluaran kas secara efisien.

Untuk lebih praktisnya, Anda juga bisa menggunakan software yang mendukung kegiatan operasional Anda.

Banyak berbagi Banyak Rezeki :)
Farhan Anggara

Farhan Anggara

Masalah itu datang karena tuhan menguji kita. Alasan kenapa tuhan memberi kita cobaan yang berat adalah sebab kita mampu menghadapinya~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *